Tepatnya, hari Jumat yang baru saja lewat. Mulai dari pagi jam 8 sampai sore hari pukul 4, saya dan sejumlah teman-teman di kampus hendak melaksanakan presentasi magang. Bisa jadi, itulah presentasi terpadat yang dialami kampus dalam semester ini. Bisa jadi, itu yang pertama atau malah hanya itu.
Dan saya berada didalamnya.
Presentasi tersebut ramai. Usut punya cerita, pagi-pagi tersebut menjelang presentasi, saya tidak sama sekali merasakan ketegangan atau kegugupan. Namun, ketika sudah memasuki ruang presentasi di laboratorium Diplomasi, aduh, saya malah gugup setengah mati. Padahal, yang saya presentasikan adalah hal yang sama yang saya presentasikan di tempat saya melaksanakan magang di Chevron Indonesia Company KLO, dan saya kali itu mendapatkan giliran kedua terakhir dari 16 kelompok yang ada atau sekitar 24 orang lebih.
Lucu aja, padahal saya sudah pernah presentasi di tempat magang,k dan malah yakin akan bisa menguasai panggung di kampus, ternyata salah. Saya sama gugupnya dengan waktu itu.
Hingga giliran pun segera tiba, saya membuat suatu kekonyolan akibat kegugupan. Untung saja itu malah melumerkan suasana yang saya rasa begitu tegang. Akhirnya, presentasi saya pun berjalan baik, ada sejumlah penanya bahkan dari dosen, dan saya mampu menanganinya dengan cukup baik dan memuaskan. Saya bersyukur sekali.
Sebenarnya ada sejumlah foto yang memuat suasana presentasi, namun saya masih belum bisa menghadirkannya disini. Kalau sudah, saya pun akan menghadirkannya kok.
Alih-alih hari Minggu pagi, saya pun (diluar masalah presentasi magang) presentasi di gereja, dalam hal menyanyi. Jadi bukan presentasi seperti menggunakan PPT (power point), namun lebih kepada suara, tapi hei, presentasi bisa dimaknai mempersembahkan sesuatu sebagi tampilan. Dan bagi saya, itu bisa jadi penampilan perdana.
Hahaha.
Dan tetap saja, sebagaimana pun kerasnya saya tampil, lidah yang kelu dan adrenalin yang memuncak selalu menjadi bumbu di dalamnya.
At least, thanks for all days until now.