Minutes: Masih Sekitar Situ

Saya sudah lama nggak mencoba membuat prosa. Saya coba dulu yaa…

Masih Disekitar Situ

Padang hijau yang luas dan bukit-bukit yang menangkupinya, tertutup dengan rumput dan pepohonan namun tidak jua menghalangiku memandang langit nan biru.

Awan-awan berkejaran seperti kapas putih yang melayang-layang, berganti-gantian menutupi sinar matahari, dikejar genit oleh sang angin. Bagaikan domba yang digiring oleh penjaganya.

Aku dibawah, diantaranya. Tidak juga dibawah lembah, sana. Tidak juga di puncak bukit yang sejuk. Aku juga tidak terbang bersama awan dilangit.

Aku disini, masih disekitar situ. Merasakan kebebasan yang mahal harganya untuk tawanan sepertiku. Ketegaran memenuhi jiwa, layaknya udara yang memenuhi permukaan bumi.

Ini sangat istimewa, pemandangan yang luar biasa. Sang Dewi pun akan kagum telah kutemukan surga ini. Tidak juga seluas bumi dan daratannya, namun cukup untuk membuaimu berlama-lama disini.

Aku ingin mengajak, mari kita semua kesini. Bebas bersama dan mabuklah dalam lansekap nan indah pada secuil surga yang jatuh ke Bumi.

Jangan cari aku, sebab kau tahu bahwa tempat itu hanya ada disini. Tidak susah mencarinya, buka saja peta mu dan mainkan kompas kesayanganmu. Hanya itu modalku, kau pun, kita semua, akan bersama-sama disini. Sebab ini indah, dan ini hanya untuk kita.

Gimana, bagus nggak? Saya nulis ini nggak sedang mabuk lho, tapi kebetulan aja ada inspirasi, dan kebetulan lagunya The Pogues – I Love You Till The End, mumpuni jadi pengiringnya. Hehehe. Enjoy it!

Beri tanggapan

Your response: