“N” It’s Me!

Maret 11, 2009

Butterfly, You Landed on My Mind

Jason Mraz

Jason Mraz

Yes, I bet you’re right if that title belongs to Jason Mraz Song’s: Butterfly.

Untuk beberapa hari sejak gue kenal sama lagu ini, dan memutuskan untuk lebih intim dalam mendengarkan dan mengerti akan lagu tersebut, jujur gue jadi jatuh cinta akan lagu Butterfly.

Bukan karena ada sesuatu dibalik liriknya yang mengena dan menjadi suatu alasan melankolis, namun lebih kepada alasan kalo gue suka banget sama jenis-jenis lagu Jazz.

Emang, perkembangan musik Jazz di negeri kita, Indonesia, sudah cukup meraih atensi yang kuat. Terbukti dari lahirnya Tompi, Malique n’ D’essentials, RAN dan lain-lain, bahkan yang sudah lama bermain seperti Syaharani, dan moment yang baru saja terleweatkan, Java Jazz Festival yang menghadirkan Jason Mraz di Jakarta, Indonesia.

Ya, di Indonesia kita mengenal musisi ini lewat lagunya yang paling hits: I’m Yours, padahal dialik I’m Yours, lagu-lagunya yang penuh semangat dan sangat dipengaruhi oleh Jazz antara Lain, Dynamo of Volition dan Make it Mine.  Padahal, seperti Remedy dan Wordplay, adalah awal-awal lagu Jason Mraz yang beredar di Indonesia. At least, kalo lu emang pengen mengenal Jazz lebih jauh dan lebih baik, lagu-lagu Jason Mraz, khususnya di album We Sing, We Dance, We Steal Things adalah sebuah permulaan yang baik.

Butterfly sendiri, menurut gue, lebih banyak influence Jazz didalamnya. Emang itu sudah jelas terasa dimulai dengan tiupan terompet yang dominan, selain itu, permainan bass yang semakin memperkental suasana dan nuansa Jazz kayaknya nggak bisa ditampikkan, contohnya ketika Jason bermain di Borth Jazz Festival, Rotterdam, 14 Juli 2007 silam, permainan gitarnya lebih banyak slapping yang merupakan ciri khas permainan bass:

We Sing, We Dance, We Steal Things Cover Album

We Sing, We Dance, We Steal Things Cover Album

Dan merujuk kepada lirik, Butterfly selain di influence oleh Jazz, Funk sebagai turunan Jazz juga ikut bermain di dalamnya. Karena ketika mendengar lagu ini, yang terlintas di pikiran gue pertama kali adalah Cake – I Will Survive, yang mana juga beraliran Funk. Di Lirik ini, memang menceritakan suatu aktivitas yaitu dansa, yang nakal, liar dan penuh semangat dalam artian bukan sebagai suatu dansa-dansa yang nakal dalam konteks negatif.

Overall, ketika Jason mengatakan “Butterfly, well you landed on my mind”, jelas sekali bahwa pada bagian lirik itulah merupakan puncak dari lagu Butterfly yang semakin menancapkan di ingatan para pendengar bahwa lagu ini pasti berkesan dan mendarat sempurna di tiap-tiap pikiran para pendengar atau penikmatnya.

Yep, Jason Mraz, you’ve done the right things by make us sing, dance and stole those.

Maret 10, 2009

Pemimpin-pemimpin Masa Kini

Prince Charles

Prince Charles

Kalau kita runut-runut, pemimpin-pemimpin di dunia berdasarkan sejarah-sejarah yang masih ada, para leaders memiliki kekhasan masing-masing diluar konteks politik yang malah sering menjadi acuan bagi para pemilihnya atau pendukungnya atau orang-orang yang tidak ingin menjangkau wilayah politik tetapi tetap ingin. Misalnya, kharisma yang dimiliki seorang pemimpin, atau gaya yang dimilikinya, atau cara berbicaranya, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut, yang berada diluar jangkauan ilmu politik, tak jarang menjadikan seorang pemimpin lebih mudah diingat, diidolakan, dan masih banyak lagi.
Hitler. Siapa yang tidak kenal dengan kumisnya yang sedikit dan gaya rambut yang klimis, serta gaya pemberian hormat dengan gaya yang arogan itu.
Abraham Lincoln, dengan brewoknya dan topi yang tinggi.
JFK, yang ganteng.
Soekarno, yang tampan dan tidak jarang sering memakai kacamata hitam dan baju jas yang ketat berwarna putih (entah karena televisi jaman dulu hitam-putih, maka warna putih terlihat lebih menonjol).
Susilo Bambang Yudhoyono, dengan postur badan yang besar dan berbidang, gaya bicara yang khas dan berat, lambat, tegas dan santun. Sisiran rambut yang rapi. Bisa bernyanyi, dan mungkin yang paling dikenal dari SBY adalah gaya ketika dia berbicara atau berpidato, selalu tangannya ikut bermain membentuk-bentuk sesuatu istilah atau bahasa tubuh tertentudi udara.
Ya, siapapun para pemimpin, tentu banyak ciri khas yang begitu menonjol dan entah hal tersebut malah menjadi suatu alasan ekstrateresterial sehingga mengapa mereka terpilih untuk memimpin.
Barack Obama. Presiden Amerika Serikat yang terhitung baru dan memang yang terbaru. Baru kali itu Presiden kulit hitam pertama di AS, dan sunguh-sungguh muda. Tentu, kalau kita mengikuti perkembangan dan berita-berita, pernah mendengar bahwa Barack Obama adalah presiden terbugar pilihan majalah Mens Health.

Dan yang tidak kalah gress, ketika majalah Esquire telah menetapkan lagi, salah satu pemimpin dunia yang terbaik dalam hal berpakaian, yaitu: Pangeran Charles. Pangeran Charles didaulat sebagai seorang publik figur yang memiliki penampilan dalam berpakaian yang terbaik di dunia, bahkan telah mengalahkan kompetitiornya yaitu Barack Obama.

Mmmh, jadi kapan pemimpin Indonesia atau public figurenya dapat masuk kedalam salah satu jajaran tersebut ya?

Blog pada WordPress.com.