
Jason Mraz
Yes, I bet you’re right if that title belongs to Jason Mraz Song’s: Butterfly.
Untuk beberapa hari sejak gue kenal sama lagu ini, dan memutuskan untuk lebih intim dalam mendengarkan dan mengerti akan lagu tersebut, jujur gue jadi jatuh cinta akan lagu Butterfly.
Bukan karena ada sesuatu dibalik liriknya yang mengena dan menjadi suatu alasan melankolis, namun lebih kepada alasan kalo gue suka banget sama jenis-jenis lagu Jazz.
Emang, perkembangan musik Jazz di negeri kita, Indonesia, sudah cukup meraih atensi yang kuat. Terbukti dari lahirnya Tompi, Malique n’ D’essentials, RAN dan lain-lain, bahkan yang sudah lama bermain seperti Syaharani, dan moment yang baru saja terleweatkan, Java Jazz Festival yang menghadirkan Jason Mraz di Jakarta, Indonesia.
Ya, di Indonesia kita mengenal musisi ini lewat lagunya yang paling hits: I’m Yours, padahal dialik I’m Yours, lagu-lagunya yang penuh semangat dan sangat dipengaruhi oleh Jazz antara Lain, Dynamo of Volition dan Make it Mine. Padahal, seperti Remedy dan Wordplay, adalah awal-awal lagu Jason Mraz yang beredar di Indonesia. At least, kalo lu emang pengen mengenal Jazz lebih jauh dan lebih baik, lagu-lagu Jason Mraz, khususnya di album We Sing, We Dance, We Steal Things adalah sebuah permulaan yang baik.
Butterfly sendiri, menurut gue, lebih banyak influence Jazz didalamnya. Emang itu sudah jelas terasa dimulai dengan tiupan terompet yang dominan, selain itu, permainan bass yang semakin memperkental suasana dan nuansa Jazz kayaknya nggak bisa ditampikkan, contohnya ketika Jason bermain di Borth Jazz Festival, Rotterdam, 14 Juli 2007 silam, permainan gitarnya lebih banyak slapping yang merupakan ciri khas permainan bass:

We Sing, We Dance, We Steal Things Cover Album
Dan merujuk kepada lirik, Butterfly selain di influence oleh Jazz, Funk sebagai turunan Jazz juga ikut bermain di dalamnya. Karena ketika mendengar lagu ini, yang terlintas di pikiran gue pertama kali adalah Cake – I Will Survive, yang mana juga beraliran Funk. Di Lirik ini, memang menceritakan suatu aktivitas yaitu dansa, yang nakal, liar dan penuh semangat dalam artian bukan sebagai suatu dansa-dansa yang nakal dalam konteks negatif.
Overall, ketika Jason mengatakan “Butterfly, well you landed on my mind”, jelas sekali bahwa pada bagian lirik itulah merupakan puncak dari lagu Butterfly yang semakin menancapkan di ingatan para pendengar bahwa lagu ini pasti berkesan dan mendarat sempurna di tiap-tiap pikiran para pendengar atau penikmatnya.
Yep, Jason Mraz, you’ve done the right things by make us sing, dance and stole those.
