Orang Ketiga
Gue sangat-sangat berterimakasih, sama semua pembaca, baik yang cuma sekadar lewat trus closing gitu aja ataupun yang bener-bener baca tulisan gue, sampe yang ninggalin pesan/komentar sekalipun.
Gue juga mau berterimakasih sama para idola’ers-idola’ers blog gue, yang seingat gue pernah ngasih komentar juga (udah narsis nih, hehehe) yang menurut gue pribadi fans berat tuh. Huahaha… ya kalau anda-anda pada kurang percaya, silahkan buka semua file gue dan telusuri komentar-komentar yang menjurus ke arah fans gue. Hihihi…
Cukup sudah.
Ehm, mengulang kesuksesan tulisan gue, yang banyak di dominasi dari datangnya komentar-komentar responsif dari tulisan gue berjudul Jika Aku Menjadi (part 1 dan part 2), jadi gue kembali mengangkat salah satu program Trans Tv yang juga terhitung baru.
Pasti pernah dong neglihat iklan program Orang Ketiga di Trans Tv, dan pernah nonton tayangannya ngga sih?
Baru-baru aja sekitar 2 hari yang lalu, gue nonton tuh acaranya, dipandu sama Bayu “OB”, yang ceritanya dimulai dengan kisah seorang klien perempuan yang sekitar 1 bulanan ngga ada dikontak sama pacarnya padahal mereka berada di satu kota yang sama. Ya, singkatnya, tuh cewek merasa dijauhi tanpa sebab sama cowoknya selama beberapa lama.
Ya, otomatis dia pasti belingsutan, perasaan ngga keruan dan macam-macam bumbunya.
Pengintaian pun dimulai dan memakan waktu beberapa hari, melihat bagaimana si cowok itu selama ini. Hari pertama Bayu cs melihat sang cowok jalan ke kampus menjemput seorang cewek yang lebih muda, dan kemudian mereka berdua menuju ke sebuah mal untuk mencari cincin, dimana si Bayu lah yang turun tangan mengintai mereka berdua dan berada hanya bersebelahan dengan mereka berdua.
Bayu mulai berkoar dengan nada curiga ke pemirsa dan berlagak paranoid melihat fakta tersebut. Dihari berikut-berikutnya giliran pen cam yang berperan yang disematkan di dada teman si cowok yang juga joinan sama si cewek yang curiga sama cowoknya, yang ternyata comblangnya mereka berdua.
Di situasi itu, si cowok yang ditanyai temannya itu mengenai hubungannya dengan si cewek selama ini bagaimana, rada menggantungkan jawabannya. Dan lagi, menjadi bahan curigaan yang berlebihan bagi tim Orang Ketiga.
Hari berikutnya Bayu cs menemukan fakta baru, dimana si cowok itu jalan berdua dengan seorang perempuan setengah baya. Perempuan itu digandeng sama si cowok yang sedang dicurigai, dan lagi, tim Orang Ketiga bercuriga ria dan berparanoia ria tanpa pandang bulu dan kemungkinan-kemungkinan positif lainnya kecuali negatif.
Di hari berikutnya, si teman cowok dan cewek ini melakukan misinya kembali dengan pen cam, yang kebetulan memergoki si cowok dengan si perempuan yang dilihat Bayu cs dijemput oleh si cowok dari kampus beberapa hari yang lalu. Si cowok pun meminta temannya yang melihat hal tersebut dirahasiakan dari ceweknya.
Semakin menjadi-jadi curiganya tim Orang Ketiga dengan spekulasi-spekulasi negatif ala Bayu.
Pada akhirnya semua informasi (negatif) yang telah dikumpulkan di berikan kepada si cewek. Dengan menangis menanggapi hal tersebut. Bayu pun mengusulkan untuk melihat reaksi si perempuan terhadap cowoknya itu berdasarkan informasi yang ada.
Dengan sigap, pendek cerita, si teman cewek dan cowok ini (yang menjadi orang ketiga) pun diminta Bayu untuk mengatur pertemuan si cewek dengan cowoknya yang sudah dipenuhi dengan fakta-fakta dan spekulasi negatif di kepalanya.
Mereka bertemu di sebuah cafe/pub, dan kebetulan wanita setengah baya dan perempuan muda yang pernah diintai sedang bersama si cowok itupun berada disana. Si cewek marah-marah dan beremosi ria disaksikan si perempuan muda dan wanita setengah baya, lalu sebuah tamparan mendarat di pipi si cowok.
Bla… bla… bla… semua spekulasi yang telah terjalin akibat fakta negatif pun berterbangan menjadi senjata dan alasan si cewek berlaku demikian.
Kemudian dengan sangat mengejutkan, semua tindakan si cowok menjauhi si cewek selama beberapa lama ini adalah untuk mencari sebuah cincin pertunangan dan cewek muda yang selama ini dicurigai mulu sama tim Orang Ketiga adalah adik si cowok, lalu sang perempuan setengah baya tersebut adalah pemilik cafe/pub tersebut dan adalah ibu sang cowok.
Acaranya pun berakhir dengan kata-kata pembenaran sikap akan akhir yang tak diduga oleh Bayu.
Sungguh mengesalkan melihat ekspresi tanpa bersalah dan komentar nggak berbobot dari Bayu. Belum lagi pada awal acara, Bayu menegaskan bahwa Orang Ketiga adalah orang yang membantu dan bukan sesuatu yang perlu dianggap negatif.
Gimana nggak negatif kalau isinya hal-hal negatif semua?
Spekulasi negatif, komentar negatif, pikiran negatif. Kekurangan acara ini adalah akal sehat.
Setuju nggak lu semua?
Kalo gue yang punya Trans Tv, gue tutup deh tuh acara. Gimanapun selain sudah melanggar batas privasi (meskipun sudah ada persetujuan tayang dari para pelaku didalamnya) dengan pen cam, acara yang hanya bisa menonjolkan sesuatu yang negatif seperti yang gue sebutkan diatas, cukup beralasan untuk menyudahi Orang Ketiga.



wah, bner bro! itu acara emang sampah!, uda jelas2 banget bo’onganya!, selaen dari segi cerita yang semua serba kebetulan, juga perlu di perhatiin dari segi teknis keliatan banget boonganya!, berhubung gw sering maenan ama per kamera2an, gw tau banget kalo hasil gambar dari sebuah pen-cam, ga bakal menghasilkan gambar dgn gerakan (framerate) yang alus banget!, meskipun uda dikasi efek noise!,pen-cam/hidden cam sejati, hasil maksimalnya ya setara kayak di reportase investigasi itu…itu baru hasil dr sebuah hidden/mini cam!…cuma share unek2 aja neh…hehehe
agus
Maret 30, 2009
pertamanya sich gw percaya klw itu acara beneran, tapi lama-lama keliatan bener boongnya. masak boleh sich minta kunci tamu ke resepsionis hotel, walaupun yang kita cari itu family kita. bisa kabur tuh orang yang mau nginep kalaw hotel ga jaga privasi tamu. tul ga?
hesty
Mei 26, 2009
setuju
hesty
Mei 26, 2009
wah.. bokap gw log udah jamnha ni acara langsung nempel dah di tipHi!!
lagian kog yang ikutan baig client atopun target kaya” smw??
min. kerja n punya mobil..
log gw punya masalah ( smg sech gag) gw sech ogah jutaan org Indonesia ngliat. log punya mobil pribadi kan enag, bisa ngikutin ndiri. biar gag dikenal juga bisa pinjem, toh temen”nha juga kalangan borju.. ya to???
gw sech mending repot daripada diliat jutaan manusia….
o ya, 1 agy..
klo buat skenario yang laen dung, masa smw org mslahnha sama,
punya pacar, selingkuh, numpang ciuman bentar di cafe/ club malem, tidur di hotel, ngrebut nyokap or bokapnha, ato kadang sdranha, alesannya butuh duit, dan sebagaenha…………
masa’ smw pergaulan gitu????
nyaM_nyAm"
Juni 13, 2009