CK
Ini bukan tentang merk pakaian terkenal Calvin and Klein itu, tetapi memang sama terkenalnya dengan merk itu: Circle K. Nah, pasti yang hidupnya sering keluyuran di Indonesia khususnya Jawa-Bali tahu betul merk ini.

Circle K Logo
Adalah CK: Circle K, suatu usaha yang bergerak dalam bidang jasa. Jasa yang mereka jual adalah mini market 24/7 (alias kalong). CK menurut seorang bli yang punya blog Saylow adalah mini market yang kayak toge (dimana-mana ada) dan menjadi salah satu simbol gengsi.
Itu menurut dia sebagai seorang pemuda di Bali dan pemerhati CK (kali yaaa???), sepertinya.
Tapi sebenarnya, apa sih yang ngebawa feeling gue untuk menulis mengenai K didalam lingakaran merah ini?
Baiklah, cerita dimulai ketika gue dengan terburu-buru dan naifnya ingin sesegera mungkin ngewifi di Vito Internet and Coffee Shop (markas baru gue sepertinya ^_^). Gue cek-cek persiapan gue untuk ke Vito: Laptop (v), Charger (v), Tas (v), Dompet (v), STNK (v) (seems all check). Terus gue mengendarai motor dengan anteng, merasakan tiupan-tiupan angin semeriwing menerpa wajah yang kian berseri karena Vito tinggal sedikit lagi. Pas!! mau belok kearah seturan untuk terus melanjutkan perjalanan ke Vito, pas itu juga gue sadar ada yang terlupakan dalam check list: Marlboro (x), ah ada CK gini pikir gue. Paling habis 9600. Jalan lagi. Pas!! didepannya DSC (Depok Sport Center) gue kembali ingat ada lagi yang terlupakan: pemantik (x) yang menjadi soulmatenya Marlboro.
Aduh, tambah dong gue habis-habisannya kalo entar bakal stop di CK. Ya iyalah, dan akhirnya gue stop di CK untuk menuhi check list ini (check.. check…). Nah, inilah bakal cerita dimulai.
Gue beli Marlboro dan pemantiknya yang bermerk Cricket (apa beneran dari cricket gue juga ngga tahu), yang punya simbolnya CK di kulit putih mulusnya. Tahu dong pastinya. Marlboro 9600 plus Pemantik 7500 (jeng.. jeng.. jeng.. jeng…), gue kaget dan lesu banget. Kok mahal ya? Gue hampir bisa beli dua bungkus rokok dengan uang itu.
Gue jadi ingat dan kembali teringat-ingat cerita-cerita dan wejangan para dedengkot kos gue dulu: wahai Nimrot, janganlah kau membeli sesuatu apapun di CK! (nggak begitu juga sih), ya, kurang lebih begitulah katanya. Sepertinya CK adalah momok mengerikan bagi yang nggak berduit banyak.
Sebenarnya gue sendiri emang nggak banyak duit, hanya saja melihat dan mengenang itu: memang CK lebih cenderung sebagai tempat gengsi-gengsian ketimbang jadi tempat untuk one stop emergency market. Dan itu dipertegas oleh bli yang menulis di blog Saylow itu. Emang sih, rada banyak benarnya. tapi hingga pengalaman se-ekstrim di Bali: gue belum dapatin di CK Yogya yang gue samperin.
Nah, salah satu wejangan dedengkot kos gue pernah bilang kalo pemantik di CK adalah pemantik yang termahal yang pernah ada (lebai banget ya?? hahaha), dan dengan pengalaman itu gue jadi semakin yakin sama apa yang dikatakan oleh orang-orang tentang CK ini: baik pemantik, harga, gengsi, dan penipuannya.



Makasih atas infonya ^^!
koekoeh
Oktober 24, 2008